Rabu, 04 Februari 2015

BELI BIBIT DAPAT TUTORIAL CARA BETERNAK SEMUT

Sekarang ini tidaklah sulit membudidayakan semut rang-rang, asal ada bibit alam dipohon berani mencoba dan bereksplorasi sendiri InsyaAllah berhasil. Akses untuk belajar tentang budidaya semut juga sangat banyak, tidak seperti tahun-tahun yang lalu masih begitu sulit untuk mendapatkan ilmu budidaya semut. Tapi walaupun sudah begitu mudah untuk mendapatkan pengetahuan tentang beternak semut, tapi masih ada OKNUM yang masih begitu takut kehilangan ilmu untuk memberikan pengetahuannya kepada orang lain.

Dalam hal ini saya selaku peternak, saya juga menjual bibit. Disetiap pembelian bibit saya juga memberikan CD Tutorial agar pemula bisa dengan mudah mencoba dan menerapkannya sendiri.

Tapi tidak menutup kemungkinan jika Anda ingin mencoba dan bereksplorasi sendiri dirumah dengan memakai sarang alam. 

Langkah-langkah yang harus disiapkan sebelum Anda mencoba beternak semut sendiri adalah :

1. Meja atau rak (untuk meletakkan toples)
2. Toples (untuk tempat tinggal sisemut)
3. Piring kecil atau apa aja (untuk tempat makanan atau minuman sisemut)
4. Baskom atau apa aja (untuk merendam kaki meja agar semut tidak lari)
5. Sarang alam.

Dalam hal ini saya membicarakan tentang sarang alam yang akan Anda jadikan bibit awal. Caranya, cari bibit alam, telusuri tu setiap pohon yang ada di sekeliling tempat tinggal ente...semoga aja ada ya. Kalau tidak ada cari aja di hutan mana tau agan mendapatkan yang agan cari ya,,,heheheheehe.

Jika sudah mendapatkan sarang alam yang agan-agan impikan, jangan langsung dibongkar, karena pembongkaran akan menyebebkan tidak berhasilnya adaptasi dari sarang alam ke media toples.

Lalu kalau tidak dibongkar caranya gimana.....?
Sabar gan....santai wae ora sah kesusu.......

Caranya sarang alam dibungkus dengan sebuah karung dan ditaruh ditatas meja atau rak ya......kira-kira satu jaman aja gan....jangan lama-lama ya, bisa banyak yang mati ntar. Setelah masa satu jam terlewati sobek sedikit karung pembungkus sarang alam tadi, penyobekan terserah agan aja, mau di bawah, atas, pinggir, depan, belakang...terserahlah. Tapi sebelum terjadi penyobekan jangan lupa disiapkan terlebih dahulu perangkat yang dibutuhkan, yaitu: Toples disusun sedemikian rupa diatas rak, jangan lupa disiapkan makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh semut. Ditunggu selama semalam, perhatikan toples akan terisi oleh sisemut.

Oke....selamat mencoba dan semoga berhasil.


Catatan : Besar kecilnya sarang alam menentukan keberhasilan Anda sebagai peternak semut pemula.

Rabu, 06 November 2013

CD TUTORIAL SEMUT RANG-RANG



Dengan CD Tutorial ini sesorang bisa mempelajari tehnik budidaya semut rang-rang sama dengan pelatihan langsung, karena CD ini sangat detail dan lebih banyak gambar yang mendukung untuk memperjelas pelatihan didalamnya.

Senin, 23 September 2013

DILEMA SEMUT KROTO JADI SEMUT NGUNGSI


Bibit semut kroto alias semut rang-rang menjadi primadona disepanjang tahun 2012-2013, baik itu bibit dari peternak maupun bibit dari alam. Karena begitu besarnya rasa penasaran masyarakat yang ingin beternak semut rang-rang yang konon hasilnya sangat menggiurkan.

Bibit semut toples sangat berkaitan dengan bibit dari alam, jarang peternak yang bisa menjadi peternak semut mandiri alias tidak tergantung alam dengan berinovasi sendiri.

Peternak bibit yang khusus untuk penjualan bibit biasanya masih sangat – sangat tergantung dengan alam. Mereka tidak mau ambil pusing dengan populasi semut rang-rang alam yang terus berkurang secara signifkan akibat perburuan liar seiring maraknya peternakan semut rumahan.

Ini terbukti sebagaimana Survey saya disuatu daerah tepatnya Jogjakarta bagian barat, yang mungkin tidak perlu saya sebutkan dengan menjaga privasi nama daerah tersebut agar semut alam tidak diburu orang dari luar daerah, walaupun orang pribumi melakukan perburuan setiap dua hari sekali untuk memenuhi permintaan bibit dari luarkota. Ironis memang…

Dalam survey,,,saya sempat kaget dan hampir tidak percaya, karena warga pribumi didaerah tersebut mencari sarang semut dialam sangatlah cepat. Untuk memenuhi karung ukurang 60Kg dengan sarang semut alam, hanya memakan waktu 1 (satu) hari saja dengan isi satu karungnya 10 – 13 sarang alam. Ironisnya pencarian sarang alam seperti itu dangan kwantity yang sama dilakukan 2 (dua) sampai 3 (tiga) hari sekali perorang. Bayangkan kalau didaerah tersebut pemburu bibit alam ada 10 orang, maka satu hari alam harus mengorbankan 130 sarang alam untuk dibongkar dan dipaksakan tinggal ditoples.

Kegiatan seperti ini sudah berjalan bulanan bahkan tuhunan, jika kegiatan seperti ini berjalan terus maka anak cucu kita tidak bakal bisa mengenal lagi yang namanya semut rang-rang.

BEDA BIBIT DENGAN SEMUT NGUNGSI

Pengungsi adalah sebutan bagi orang yang tidak mempunyai tempat tinggal yang diakibatkan Karena bencana alam atau penggusuran.

Didalam dunia persemutan ada juga istilah SEMUT NGUNGSI…
Sekarang kita bedakan bibit dengan yang namanya “Semut Ngungsi”, perbedaan terletak pada penangan sipeternak.
Banyak peternak semut pemula yang CURHAT kepada saya;

“kenapa bibit semut saya setelah dua minggu diternak kok banyak yang mati, padahal kata peternaknya bibitnya bagus lho”

Pertanyaan seperti ini sering saya dapati baik itu secara lisan maupun tulisan melalui SMS atau Chat.

Kesimpulannya, banyak peternak yang hanya menjual SEMUT NGUNGSI dan tidak menjual BIBIT SEMUT.

“SEMUT NGUNGSI” hanya bisa bertahan ditoples paling lama hanya satu bulan, setelah itu kendalanya banyak yang mati atau populai terus merosot seiring waktu. Bagaimana tidak, namanya pindah ketoples dengan cara terpaksa, ya terpaksa…karena peternak yang tidak sabaran yang diKEPALANYA cuma ada DUIT…DUIT…DUIT…mereka cendrung berbur sarang dari alam sebanyak-banyaknya dan sesampainya dirumah, sarang alam dikeluarkan dari karung dan langsung DIACAK-ACAK. Makhluk apapun itu pasti pindah mencari tempat baru secara terpaksa yang imbasnya bibit semut ditoples tidak bisa berkem,bang seperti yang diharapkan dan MATI.

Memang MANUSIA SERAKAH yang bergaya seperti itu, jadilah peternak semut yang sabar dan mementingkan masa depan alam daripada kantong. Karenanya ternak semut jangan dijadikan pokok sandaran ekonomi keluarga, jadikanlah sambilan saja. 

JADILAH PETERNAK SEMUT MANDIRI YANG TIDAK TERGANTUNG DENGAN ALAM, MEMANG BUTUH KESABARAN TAPI MANIS RASANYA.




Rabu, 20 Maret 2013

ILMU KANURAGAN CARA MENJINAKKAN SEMUT RANG-RANG

Ilmu penjinakkan hewan di kenal dengan kata awam adalah pawang, baik itu pawang ular, harimau, gajah dan semut, kalau pawang hujan tidak termasuk lho....

Memelihara hewan apapun lebih baik dan lebih mudah dengan cara hewan tersebut jinak lebih dahulu, kenapa...?. Karena dengan hewan tersebut jinak, si empunya hewan lebih leluasa mengarahkan dan memanajemen hewan tersebut.

Pembahasan kali ini adalah tentang ILMU KANURAGAN MENJADI PAWANG SEMUT RANG-RANG. Ya, hewan yang satu ini ini memang di kenal hewan liar dan gigitannya yang sangat-sangat menyengat dan tenaganya yang luar biasa kuat.

Kita bayangkan, gigitan satu semut saja rasanya sudah membuat agan-agan kalang kabut, apalagi seratus semut, mungkin agan-agan jadi gemuk dadakan :)

Tehnik penjinakkan semut memang harus dilakukan karena, hewan ini cukup susah dikendalikan dan kecil. Tehnik dasar penjinakkan semut adalah kita harus memahami sifat dan tabiat dari masing-masing semut, karena satu semut dan semut lainnya berbeda-beda tabiat dan sifatnya. Ibarat pohon jeruk satu pohon saja bermacam-macam rasa dan bentuk.

Cara memahami sifat inilah tidak semua orang dan trainer memahami dan mengetahuinya caranya. Karena cara memahami sifat semua hewan terkupas di sebuah kitab kuning yang terdapat di pondok pesantren yang pernah saya dalami dan pelajari. Dan disini nama kitab tidak saya cantumkan karena masih kerahasiaan.

Tapi untuk kemudahan, dipelatihan cara beternak semut sudah saya terangkan semuanya, tanpa Anda harus susah payah mencari referensi kitab dan menterjemahkan Bahasa Arab Gundulnya perkata dan itu membuat pusing kepala.

Kenapa saya berinisiatif memberikan rahasia menjinakan semut kepada calon peternak?. Agar calon peternak selain beternak, tanpa disadari mereka juga beribadah Allah SWT.

Karena perinsip kita adalah  Bekerja sambil berdo'a dan bersyi'ar.



Selasa, 05 Februari 2013

Menggabungkan Koloni satu dengan koloni lainnya



Bagaimana cara menyatukan satu koloni dengan koloni yang berbeda? Pertanyaan semacam ini banyak dilontarkan oleh para peternak pemula, karena informasi yang di dapat di internet atau media lainnya masih sangat tertutup bahkan membuat si pembaca bingung.

Untuk menjawab semua kebingungan itu, di buku "BETERNAK SEMUT MODAL NOL HASIL W.OW  semua saya uraikan cara dan solusi yang cepat dan tepat, tanpa ditutupi.

Untuk menggambungkan koloni semut yang berbeda suku memang susah-susah gampang, tapi dengan ketelatenan InsyaAllah semua menjadi mudah.

Semut merupakan makhluk yang mengutamakan kedisiplinan dan silaturahmi. Langsung saja pada cara menggabungkan semut beda koloni, cara ini semoga bisa membantu sobat peternak semut tidak bingung lagi.

Sabtu, 02 Februari 2013

Rahasia Ternak Semut Ada di Buku Ini


















Judul: BETERNAK SEMUT   MODAL NOL HASIL W.O.W

Synopsis
Kiat menjadikan hidup lebih indah dengan sukses beternak semut.

- Semut rang-rang atau semut api.
- Tips menjinakkan semut.
- Makanan dan minuman semut rang-rang
- Makanan penunjang produksi, reproduksi dan pasca panen.
- Minuman dan suplemen 
- Mempercepat penyebaran koloni.
- Menggabungkan satu koloni dengan koloni lainnya.
- Media untuk ternak semut rang-rang.
- Cara mudah panen kroto tanpa harus digigit.

Kamis, 10 Januari 2013

RENUNGAN SEMUT


Kota-kota  modern terbentuk ketika jika jutaan manusia berkumpul bersama, manusia selalu merasakan perlunya aturan dan hukum untuk menjamin ketentraman dan keamanan hidup mereka, tanpanya kedamaian hidup tidak akan terwujud. Sisi lain dari kehidupan masyarakat modern adalah sifat mementingkan diri sendiri. Setiap anggota masyarakat memiliki tujuan dan rencana hidup sendiri kebanyakan mereka mementingkan kepentingan pribadi sebelum yang lain. Kepentingan masyarakat dan orang lain selalu di nomor duakan. Sifat tercela ini menimbulkan bencana kemiskinan, kelaparan dan tuna wisma diseluruh dunia.
            Marilah kita bayangkan disebuah kota besar dengan ratusan ribu individu yang hidup didalamnya, namun tak satupun yang mementingkan diri sendiri sebaliknya mereka mementingkan kepentingan masyarakat dan pihak lain. Bayangkan setiap individu bekerja dengan pengorbanan diri luar biasa tanpa sedikitpun keinginan untuk di dahulukan. Bayangkan ditempat ini tak pernah ada perselisihan, masyarakat seperti ini mungkin diluar bayangan manusia, namun masyarakat semacam ini benar-benar ada di bumi bahkan mereka ada di mana-mana. Makhluk hidup dengan tatanan masyarakat menakjubkan seperti ini adalah semut.
            Semut hidup dalam koloni beranggotakan ratusan ribu bahkan jutaan individu, setiap semut dalam koloni melaksanakan kewajiban masing-masing dengan sebaik-baiknya, tak satupun mempermasalahkan jabatan ataupun tugasnya yang utama adalah kelangsungan hidup keseluruhan koloni dimana mereka tinggal. Untuk tujuan ini tiap-tiap mereka rela mengorbankan nyawa bila perlu, tak di temui seekor semutpun yang kelaparan atau tak memiliki tempat tinggal, ini karena diantara mereka terdapat kerja sama, keakraban dan rasa berbagi yang besar. Bahkan setetes airpun dinikmati bersama, makan dikumpulkan dan disimpan dalam sarang untuk dibagi dan dinikmati bersama, benar-benar tak ada sifat mementingkan sifat diri sendiri. Dalam masyarakat semut tak satupun saudaranya diterlantarkan masing-masing menjadi bagian dari sebuah tatanan raksasa. Masing-masing mencurahkan segenap pengabdiannya kepada bagian yang dibebankan kepadanya. Dengan kehidupan dan tatanan masyarakat yang jauh lebih baik dari manusia, semut adalah bukti dari kesempurnaan ciptaan sang pencipta yang patut di contoh oleh manusia.

1.      Semut Rang-rang atau semut api
Di banyak hutan di Indonesia banyak tumbuh pepohonan yang menjadi rumah bagi salah satu masyrakat paling tertata rapi didunia.
Semut Rang-rang atau disebut semut penganyam atau semut kroto dengan panjang hanya 6 mm semut penganyam membangun sarangnya sendiri.
Pembangunan sarang terlaksana berkat kerjasama yang menakjubkan, bahan baku utama sarang adalah dedaunan, tahap pertama adalah mengumpulkan semua dedaunan yang akan disatukan, semut penganyam bergandengan satu sama lain membentuk rantai hidup, kemudian mereka menarik ujung lainnya kearah mereka, disinilah mereka menggunakan tehnik yang sungguh menakjubkan. Semut pekerja mengusung larva yakni saudaranya yang belum menetas, ia meletakkan persis ditempat dimana dedaunan akan saling disatukan, larva tersebut segera mengeluarkan benang dari mulutnya yang lengket dengan cara mengoleskan larva ke dedaunan dan menyatukannya. Semut dewasa tidak mampu menghasilkan benang perekat semacam larva. Sang larva kecil memberikan seluruh perekat yang ia sendiri perlukan demi kepentingan koloninya. Alhasil ia tidak mampu melanjutkan perkembangannya menjadi semut dewasa normal, namun pengorbanan tersebut bukan tanpa balas budi, para semut pekerja akan merawatnya disarang hingga akhir hayatnya. Merekatkan dedaunan memerlukan kerja sama yang besar karenanya sejumlah semut bekerja dari dalam sementara yang lain dari luar, ini memungkinkan dedaunan dapat direkatkan sekuat mungkin. Bangunan yang akhirnya terbentuk merupakan keajaiban tehnik ditilik dari tehnik bangunan, kekuatan dan kemudah gunaannya.
            Semut tidak memerlukan pengarahan atau pengaturan namun anehnya mereka tau bagaimana daun harus di satukan dan dimana mereka harus mengoleskan perekatnya. Inilah mengapa para ilmuan menjelaskan cara kerja mahkluk mungil ini yang kerjanya seolah dikendalikan kecerdasan tunggal sebagai sebuah keajaiban. Mahluk kecil ini tak mampu befikir tidak pula pemimpin yang menyuruh mereka mengerkan pekerjaan mereka, namun mereka bekerja untuk satu tujuan yang sama dalam sebuah rancangan yang teramat cerdas, ini menunjukkan adanya suatu kehendak yang mengarahkan dan berkuasa yang mengatur mereka. Dan ini adalah kekuasaan sang pencipta atas makhluk hidup ciptaanNya.
            Penelitian terhadap kerjasama semut mengungkap kepada para ilmuan sejumlah fakta yang menakjubkan, mereka menyaksikan prilaku mengagumkan yang diperlihatkan semut dilaboratorium, misalnya ketika sarangnya perlu penguatan, mereka mulai mendirikan sebuah dinding semacam dinding penyokong dalam tehnologi konstruksi pada pintu masuk sarang ini berguna meningkatkan ketahanan bangunan sarang, setiap semut mengangkut butiran pasir yang setara dengan batu raksasa jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya ketempat pembuatan dinding tersebut, ajaibnya masing-masing pekerja layaknya pekerja konstruksi sekaligus insinyur yang mengetahui rancangan dinding tersebut yang meletakkan bebatuan ditempat yang tepat hingga dinding berdiri.

Tulisan selanjutnya dapat di baca di buku "Mengupas Tuntas Cara Beternak Kroto Tanpa di Bohongi"