Showing posts with label Kroto. Show all posts
Showing posts with label Kroto. Show all posts

Monday, 23 September 2013

DILEMA SEMUT KROTO JADI SEMUT NGUNGSI


Bibit semut kroto alias semut rang-rang menjadi primadona disepanjang tahun 2012-2013, baik itu bibit dari peternak maupun bibit dari alam. Karena begitu besarnya rasa penasaran masyarakat yang ingin beternak semut rang-rang yang konon hasilnya sangat menggiurkan.

Bibit semut toples sangat berkaitan dengan bibit dari alam, jarang peternak yang bisa menjadi peternak semut mandiri alias tidak tergantung alam dengan berinovasi sendiri.

Peternak bibit yang khusus untuk penjualan bibit biasanya masih sangat – sangat tergantung dengan alam. Mereka tidak mau ambil pusing dengan populasi semut rang-rang alam yang terus berkurang secara signifkan akibat perburuan liar seiring maraknya peternakan semut rumahan.

Ini terbukti sebagaimana Survey saya disuatu daerah tepatnya Jogjakarta bagian barat, yang mungkin tidak perlu saya sebutkan dengan menjaga privasi nama daerah tersebut agar semut alam tidak diburu orang dari luar daerah, walaupun orang pribumi melakukan perburuan setiap dua hari sekali untuk memenuhi permintaan bibit dari luarkota. Ironis memang…

Dalam survey,,,saya sempat kaget dan hampir tidak percaya, karena warga pribumi didaerah tersebut mencari sarang semut dialam sangatlah cepat. Untuk memenuhi karung ukurang 60Kg dengan sarang semut alam, hanya memakan waktu 1 (satu) hari saja dengan isi satu karungnya 10 – 13 sarang alam. Ironisnya pencarian sarang alam seperti itu dangan kwantity yang sama dilakukan 2 (dua) sampai 3 (tiga) hari sekali perorang. Bayangkan kalau didaerah tersebut pemburu bibit alam ada 10 orang, maka satu hari alam harus mengorbankan 130 sarang alam untuk dibongkar dan dipaksakan tinggal ditoples.

Kegiatan seperti ini sudah berjalan bulanan bahkan tuhunan, jika kegiatan seperti ini berjalan terus maka anak cucu kita tidak bakal bisa mengenal lagi yang namanya semut rang-rang.

BEDA BIBIT DENGAN SEMUT NGUNGSI

Pengungsi adalah sebutan bagi orang yang tidak mempunyai tempat tinggal yang diakibatkan Karena bencana alam atau penggusuran.

Didalam dunia persemutan ada juga istilah SEMUT NGUNGSI…
Sekarang kita bedakan bibit dengan yang namanya “Semut Ngungsi”, perbedaan terletak pada penangan sipeternak.
Banyak peternak semut pemula yang CURHAT kepada saya;

“kenapa bibit semut saya setelah dua minggu diternak kok banyak yang mati, padahal kata peternaknya bibitnya bagus lho”

Pertanyaan seperti ini sering saya dapati baik itu secara lisan maupun tulisan melalui SMS atau Chat.

Kesimpulannya, banyak peternak yang hanya menjual SEMUT NGUNGSI dan tidak menjual BIBIT SEMUT.

“SEMUT NGUNGSI” hanya bisa bertahan ditoples paling lama hanya satu bulan, setelah itu kendalanya banyak yang mati atau populai terus merosot seiring waktu. Bagaimana tidak, namanya pindah ketoples dengan cara terpaksa, ya terpaksa…karena peternak yang tidak sabaran yang diKEPALANYA cuma ada DUIT…DUIT…DUIT…mereka cendrung berbur sarang dari alam sebanyak-banyaknya dan sesampainya dirumah, sarang alam dikeluarkan dari karung dan langsung DIACAK-ACAK. Makhluk apapun itu pasti pindah mencari tempat baru secara terpaksa yang imbasnya bibit semut ditoples tidak bisa berkem,bang seperti yang diharapkan dan MATI.

Memang MANUSIA SERAKAH yang bergaya seperti itu, jadilah peternak semut yang sabar dan mementingkan masa depan alam daripada kantong. Karenanya ternak semut jangan dijadikan pokok sandaran ekonomi keluarga, jadikanlah sambilan saja. 

JADILAH PETERNAK SEMUT MANDIRI YANG TIDAK TERGANTUNG DENGAN ALAM, MEMANG BUTUH KESABARAN TAPI MANIS RASANYA.




Tuesday, 5 February 2013

Menggabungkan Koloni satu dengan koloni lainnya



Bagaimana cara menyatukan satu koloni dengan koloni yang berbeda? Pertanyaan semacam ini banyak dilontarkan oleh para peternak pemula, karena informasi yang di dapat di internet atau media lainnya masih sangat tertutup bahkan membuat si pembaca bingung.

Untuk menjawab semua kebingungan itu, di buku "BETERNAK SEMUT MODAL NOL HASIL W.OW  semua saya uraikan cara dan solusi yang cepat dan tepat, tanpa ditutupi.

Untuk menggambungkan koloni semut yang berbeda suku memang susah-susah gampang, tapi dengan ketelatenan InsyaAllah semua menjadi mudah.

Semut merupakan makhluk yang mengutamakan kedisiplinan dan silaturahmi. Langsung saja pada cara menggabungkan semut beda koloni, cara ini semoga bisa membantu sobat peternak semut tidak bingung lagi.

Thursday, 10 January 2013

RENUNGAN SEMUT


Kota-kota  modern terbentuk ketika jika jutaan manusia berkumpul bersama, manusia selalu merasakan perlunya aturan dan hukum untuk menjamin ketentraman dan keamanan hidup mereka, tanpanya kedamaian hidup tidak akan terwujud. Sisi lain dari kehidupan masyarakat modern adalah sifat mementingkan diri sendiri. Setiap anggota masyarakat memiliki tujuan dan rencana hidup sendiri kebanyakan mereka mementingkan kepentingan pribadi sebelum yang lain. Kepentingan masyarakat dan orang lain selalu di nomor duakan. Sifat tercela ini menimbulkan bencana kemiskinan, kelaparan dan tuna wisma diseluruh dunia.
            Marilah kita bayangkan disebuah kota besar dengan ratusan ribu individu yang hidup didalamnya, namun tak satupun yang mementingkan diri sendiri sebaliknya mereka mementingkan kepentingan masyarakat dan pihak lain. Bayangkan setiap individu bekerja dengan pengorbanan diri luar biasa tanpa sedikitpun keinginan untuk di dahulukan. Bayangkan ditempat ini tak pernah ada perselisihan, masyarakat seperti ini mungkin diluar bayangan manusia, namun masyarakat semacam ini benar-benar ada di bumi bahkan mereka ada di mana-mana. Makhluk hidup dengan tatanan masyarakat menakjubkan seperti ini adalah semut.
            Semut hidup dalam koloni beranggotakan ratusan ribu bahkan jutaan individu, setiap semut dalam koloni melaksanakan kewajiban masing-masing dengan sebaik-baiknya, tak satupun mempermasalahkan jabatan ataupun tugasnya yang utama adalah kelangsungan hidup keseluruhan koloni dimana mereka tinggal. Untuk tujuan ini tiap-tiap mereka rela mengorbankan nyawa bila perlu, tak di temui seekor semutpun yang kelaparan atau tak memiliki tempat tinggal, ini karena diantara mereka terdapat kerja sama, keakraban dan rasa berbagi yang besar. Bahkan setetes airpun dinikmati bersama, makan dikumpulkan dan disimpan dalam sarang untuk dibagi dan dinikmati bersama, benar-benar tak ada sifat mementingkan sifat diri sendiri. Dalam masyarakat semut tak satupun saudaranya diterlantarkan masing-masing menjadi bagian dari sebuah tatanan raksasa. Masing-masing mencurahkan segenap pengabdiannya kepada bagian yang dibebankan kepadanya. Dengan kehidupan dan tatanan masyarakat yang jauh lebih baik dari manusia, semut adalah bukti dari kesempurnaan ciptaan sang pencipta yang patut di contoh oleh manusia.

1.      Semut Rang-rang atau semut api
Di banyak hutan di Indonesia banyak tumbuh pepohonan yang menjadi rumah bagi salah satu masyrakat paling tertata rapi didunia.
Semut Rang-rang atau disebut semut penganyam atau semut kroto dengan panjang hanya 6 mm semut penganyam membangun sarangnya sendiri.
Pembangunan sarang terlaksana berkat kerjasama yang menakjubkan, bahan baku utama sarang adalah dedaunan, tahap pertama adalah mengumpulkan semua dedaunan yang akan disatukan, semut penganyam bergandengan satu sama lain membentuk rantai hidup, kemudian mereka menarik ujung lainnya kearah mereka, disinilah mereka menggunakan tehnik yang sungguh menakjubkan. Semut pekerja mengusung larva yakni saudaranya yang belum menetas, ia meletakkan persis ditempat dimana dedaunan akan saling disatukan, larva tersebut segera mengeluarkan benang dari mulutnya yang lengket dengan cara mengoleskan larva ke dedaunan dan menyatukannya. Semut dewasa tidak mampu menghasilkan benang perekat semacam larva. Sang larva kecil memberikan seluruh perekat yang ia sendiri perlukan demi kepentingan koloninya. Alhasil ia tidak mampu melanjutkan perkembangannya menjadi semut dewasa normal, namun pengorbanan tersebut bukan tanpa balas budi, para semut pekerja akan merawatnya disarang hingga akhir hayatnya. Merekatkan dedaunan memerlukan kerja sama yang besar karenanya sejumlah semut bekerja dari dalam sementara yang lain dari luar, ini memungkinkan dedaunan dapat direkatkan sekuat mungkin. Bangunan yang akhirnya terbentuk merupakan keajaiban tehnik ditilik dari tehnik bangunan, kekuatan dan kemudah gunaannya.
            Semut tidak memerlukan pengarahan atau pengaturan namun anehnya mereka tau bagaimana daun harus di satukan dan dimana mereka harus mengoleskan perekatnya. Inilah mengapa para ilmuan menjelaskan cara kerja mahkluk mungil ini yang kerjanya seolah dikendalikan kecerdasan tunggal sebagai sebuah keajaiban. Mahluk kecil ini tak mampu befikir tidak pula pemimpin yang menyuruh mereka mengerkan pekerjaan mereka, namun mereka bekerja untuk satu tujuan yang sama dalam sebuah rancangan yang teramat cerdas, ini menunjukkan adanya suatu kehendak yang mengarahkan dan berkuasa yang mengatur mereka. Dan ini adalah kekuasaan sang pencipta atas makhluk hidup ciptaanNya.
            Penelitian terhadap kerjasama semut mengungkap kepada para ilmuan sejumlah fakta yang menakjubkan, mereka menyaksikan prilaku mengagumkan yang diperlihatkan semut dilaboratorium, misalnya ketika sarangnya perlu penguatan, mereka mulai mendirikan sebuah dinding semacam dinding penyokong dalam tehnologi konstruksi pada pintu masuk sarang ini berguna meningkatkan ketahanan bangunan sarang, setiap semut mengangkut butiran pasir yang setara dengan batu raksasa jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya ketempat pembuatan dinding tersebut, ajaibnya masing-masing pekerja layaknya pekerja konstruksi sekaligus insinyur yang mengetahui rancangan dinding tersebut yang meletakkan bebatuan ditempat yang tepat hingga dinding berdiri.

Tulisan selanjutnya dapat di baca di buku "Mengupas Tuntas Cara Beternak Kroto Tanpa di Bohongi"

Monday, 8 October 2012

KALAU MASIH MENGAMBIL DARI ALAM BUKAN TERNAK SEMUT NAMANYA

KALAU MASIH MENGAMBIL BIBIT BESAR-BESARAN DARI ALAM BUKAN TERNAK SEMUT KROTO NAMANYA...!

Ya...kalimat di atas merupakan lambang KETAMAKAN dan KETIDAK SABARAN MANUSIA yang SERAKAH dan tidak perduli dengan kelestarian alam dan kelangsungan hidup semut rang-rang. Saya heran dengan sebuah media yang tidak perlu di sebut namanya, Media itu meliput di sebuah tempat penangkaran semut rang-rang dan hasilnya di terbitkan esok harinya. Saat membaca dan mencerna isi artikel di media tersebut alangkah lucunya isi artikel itu.

Bagian yang saya anggap lucu dan tidak berpihak dengan kelestarian semut rang-rang adalah, si peternak yang NGAKUNYA menangkar semut rang-rang tetapi bibit berkali-kali diambil dan diburu dari alam, mungkin sekilas orang membaca saja sudah berkerut dahi, saya ulangi SI PETERNAK YANG NGAKUNYA MENANGKAR SEMUT RANG-RANG TETAPI BIBIT BERKALI-KALI DIAMNBIL DARI ALAM.

Inilah fenomena penangkaran semut rang-rang yang tidak ada bedanya dengan sipemburu semut rang-rang. Kenapa tidak ada bedanya...?
Jawab : Bandingkan sipemburu selalu mengganggu sarang semut rang-rang secara sering, sedangkan sipenangkar hampir sama.

Setahu saya dan mungkin peternak siapapun itu, yang namanya SI PENANGKAR atau SI PETERNAK biasanya mengambil Bibit sekali dan jika itu berhasil terus mengembangkannya sampai jumlah ternak tersebut itu menjadi berkembang. Dan tidak merusak Alam berkali-kali demi UANG.

KALIAN TINGGAL PILIH MAU MENJADI PENANGKAR SEMUT SEJATI YANG MENGAMBIL BIBIT DARI ALAM SATU KALI SAJA        ATAU        MENJADI PENANGKAR YANG SERAKAH YANG SELALU MENGAMBIL BIBIT BERKALI-KALI DAN MEGURANGI JUMLAH HABITAT SEMUT DEMI KEPUASAN MATERI SEMATA.

AYO JADILAH SI PENANGKAR SEMUT SEJATI

Wednesday, 3 October 2012

PENAGKAR SEMUT....JANGAN BOHONGI MEREKA

Demam semut rang-rang mulai melanda Indonesia, bukan hanya di Jawa, luar jawa sampai di Thailand sekalipun mulai demam semut rang-rang memakai toples. Entah siapa yang memicu semua ini yang jelas keadaan ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menghasilkan uang tambahan.

Pengalaman saya pada saat ingin mempelajari tentang penangkaran semut rang-rang disuatu tempat yang tidak perlu disebut namanya, ditempat itu sangat susah untuk mengakses semut hasil tangkaran, boro-boro mau melihat mau ketemu sama empunya semut aja pakai muter-muter ngomongnya. Disamping itu, sebelnya lagi mau lihat semut hasil tangkaran aja sipengunjung wajib mengikuti pelatihan yang harus dilewati dan harus membayar Rp.350.000,,,GILA......

Kalau seperti itu, sama seperti beli kucing dalam karung,,Ibaratnya kita mau beli  LAPTOP tapi gak di beri tau spesifikasinya dan bentuk LAPTOP itu sendiri, Apakah mau...Mungkin mau kalau yang beli itu ORANG BODOH.

Mulai saat itu saya bertekat untuk Eksplorasi sendiri, mengadakan penelitian kecil-kecilan dan berusaha mempelajari sifat semut rang-rang dan Alhamdulillah dengan Ikhtiar, do'a dan Sholawat semua usaha berhasil memuaskan.

Makanya berdasarkan pengalaman itu saya bertekad membantu teman-teman yang mau belajar dan menekuni penangkaran semut rang-rang untuk hasil tambahan. Caranya mudah, datang langsung ke lokasi yang beralamat


Alamat : 
   Jl. Imogiri Timur, Jejeran I, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
   Telp : 0274 - 8262766
              0852 9256 2350

lihat langsung semut hasil tangkaran, kalau anda sudah membulatkan tekad untuk belajar, saya mulai mentraning Anda selama 2 jam atau malah kurang dari itu. Biaya yang harus di bayar untuk traning cukup Rp.90.000,-

MOTTO KAMI :

JALANI USAHA DENGAN JUJUR.

MAU TAU...? MAKANAN SEMUT RANG-RANG

Makanan Makanan semut sangat beragam, namun dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok besar, yaitu protein dan gula. Tidak seperti semut lain, semut jenis ini lebih menyukai protein dari pada gula. Protein dapat ditemukan pada daging, ikan, ayam, tikus dan serangga. Semut rangrang aktif mencari makanan dan membawanya ke dalam sarang untuk seluruh anggota sarang tersebut. Mereka memangsa berbagai jenis hama, misalnya ngengat yang aktif pada malam hari maupun yang bersembunyi di bawah daun pada siang hari. 

Memang kalau dialam liar semut rang-rang mau makan apa aja termasuk bangkai manusia sekalipun, tapi sekarang kita berbicara tentang "penangkaran semut rang-rang". Semut hasil penangkaran memang sedikit berbeda dengan semut yang masih di alam bebas, bukan hanya makanan dan minuman, warna dan bentuk tubuhpun sedikit berbeda.

Dari segi makanan penghasil protein, semut rang-rang tangkaran lebih menyukai Jangkrik dan Ulat Hongkong dan minuman lebih menyukai Air Gula.

PENASARAN.......?

Mau lihat langsung hasil semut tangkaran memakai toples,,,?...Kamu bisa datang langsung ke Alamat kami.

Alamat : 
   Jl. Imogiri Timur, Jejeran I, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
   Telp : 0274 - 8262766
              0852 9256 2350


Atau mau belajar langkah-langkah berternak semut rang-rang dan rahasianya...kami tidak mematok harga tinggi untuk keinginan anda untuk belajar,,,Cukup Rp.90.000 saja anda sudah bisa jadi penangkar semut profesional. InsyaAllah.

Datang kelokasi, lihat hasil semut tangkaran, kalau tertarik, silahkan mulai belajar. Kalau tidak, tidak apa-apa,,,yang jelas kami tidak membohongi Anda.

Wednesday, 26 September 2012

Informasi Tidak Jelas Menerpa Semut Rang-rang

Sekitar hampir 6 bulan terakhir isu penangkaran semut rang-rang semakin panas terdengar di telinga banyak orang, khususnya di kota Yogyakarta. Informasi-informasi tentang penangkaranpun bermunculan di mana-mana, baik media online dan media cetak. Informasi-informasi tentang keberhasilan menangkar dan meraup uang dari panenan kroto semakin di gembor-gemborkan. Ada yang berani membayar media cetak untuk meraup hasil yang lebih banyak dari orang-orang yang termakan berita yang tidak jelas.

Disampung itu ada yang membuka pelatihan yang isi pelatihan tersebut tidak tau kemana juntrungannya. Ada juga yang membuka pelatihan tetapi menyembunyikan semut hasil pengangkaran mereka, bisa dilihatpun tapi dengan syarat harus melewati traning singkat cara menangkar semut rang-rang yang biayanya sebesar Rp.350.000,-. Wedew,,,.

Bagaimana pengunjung mau percaya tentang isi training mereka sementara mau melihat hasil tangkaran saja harus membayar.

Informasi semakin tidak jelas setelah muncul informasi di BLOG atau di situs resmi yang membahas tentang penangkaran semut rang-rang, tapi herannya banyak isi BLOG atau situs tersebut tanpa penelitian dan observasi pribadi alias BLOG ASAL TULIS, fenomena inilah yang membuat informasi penangkaran semut rang-rang semakit TIDAK JELAS dan MEMBUAT BINGUNG BANYAK ORANG.

Tetapi banyak juga penangkar-penangkar yang memang mau secara terbuka membagi ilmu mereka, tanpa harus melalui proses berebelit-belit, tanpa biaya mahal dan transparant.

Untuk itulah kami mencoba berekplorasi dan mengadakan penelitian secara intents tentang semut rang-rang dan Alhamdulillah atas ijin Allah berhasil menagkarkan semut liar didalam toples. Walaupun belum merasakan panen dari penangkaran kami terus mengadakan penelitian supaya penangkar mendapat hasil yang maksimal dan tidak merusak alam.

Dengan niat agar alam tetap lestari, kami selalu mempersilahkan sobat bertanya melaui BLOG kami dan datang langsung ke Basecamp kami di
Jl. Imogiri Timur, Jejeran I, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta.
Atau melalui telephon : 0274-8262766 atau 0852 9256 2350.







Tuesday, 18 September 2012

CARA CEPAT MENANGKAR SEMUT RANG-RANG LIAR KEDALAM TOPLES

Sobat pencinta burung tentu tahu yang namanya Semut Rangrang atau Kroto, ya kroto telur semut itu lo. Adalah makanan “special” untuk burung berkicau. Kenapa special, Karena benda ini kaya akan protein yang membuat si burung selalu fit dan ceria. Anda tahu harga kroto yang kian hari kian mahal tentunya membuat kita harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi makanan kesayangan burung kita.

Peluang pasar yang kian terbuka lebar ini tentunya bagus untuk kita budidayakan? Melihat dengan tingginya permintaan dan supply yang hanya mengandalkan dari alam yang kadang tidak menentu tentunya membuat hukum ekonomi tidak seimbang, jadi solusinya adalah “beternak kroto atau budidaya kroto”

Larva semut rang-rang “kroto”

Sebenarnya mengambil larva semut merah dari alam ini boleh-boleh saja, asal terkendali dan dengan cara yang tepat. Masalahnya, cara pengambilan kroto kadang kurang bijaksana dengan merusak seluruh sarang hingga bisa membahayakan koloni semut merah. Seharusnya, yang diambil itu sarang yang berisi telur atau larva saja. Sarang yang tak ada telurnya atau sarang ratu semut sepatutnya tidak diusik.

Lebih baik lagi, semut merah dibudidayakan untuk menghasilkan kroto. Apalagi, budidaya semut merah ini termasuk mudah dilakukan. Sebagai modal awal, kita cari sarang ratu semut. Memang perlu kerja keras membedah satu per satu sarang untuk menemukan sang ratu. Begitu ditemukan , potonglah cabang tempat semut bersarang dan kita letakkan ke pohon inang baru. Agar mereka cepat nyaman di tempat baru, suguhi dengan bangkai serangga dan cairan manis. Secara alami, semut merah dapat menghasilkan 1 kg kroto dalam 10 hari. 

Makanan Semut Rang-rang “kroto”

Campur tangan manusia dengan menyediakan cairan manis, bangkai hewan kecil, tulang atau sisa makanan berdaging lainnya akan meningkatkan produksi. Sarang atau koloni semut merah dalam satu pohon bisa mencapai lebih dari satu, yang terdiri atas sarang pusat, sarang telur, dan sarang satelit. Sarang pusat biasanya terletak di tajuk pohon. Di sarang pusat ini berdiam ratu semut, yang jumlahnya mencapai 2-6 ekor per koloni.

Makanan Pemicu Agar Semut Rang-rang Bertelur Banyak

1. Harus datang langsung kelokasi Penangkaran Semut Kroto

    Alamat : 
   Jl. Imogiri Timur, Jejeran I, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
   Telp : 0274 - 8262766
              0852 9256 2350

Agar Semut Liar Cepat Mengandang di toples

1. Harus datang langsung kelokasi Penangkaran Semut Kroto

    Alamat : 
    Jl. Imogiri Timur, Jejeran I, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
    Telp : 0274 - 8262766
              0852 9256 2350

Makanan Berprotein Tinggi Untuk Semut Rang-rang

1. Harus datang langsung kelokasi Penangkaran Semut Kroto

    Alamat : 
    Jl. Imogiri Timur, Jejeran I, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
    Telp : 0274 - 8262766
              0852 9256 2350

Minuman Penunjang agar semut rang-rang cepat membuat sarang baru

Alamat : 
    Jl. Imogiri Timur, Jejeran I, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
    Telp : 0274 - 8262766
              0852 9256 2350

Ratu semut rang-rang “kroto”

Ratu semut berukuran paling besar dan bersayap seperti laron. Sarang telur, berukuran sedang, merupakan tempat telur dan larva semut. Sarang satelit tersebar di tempat-tempat tertentu di pohon sebagai pos terdekat gudang makanan. Ini salah satu cara bertahan dari pengganggu atau musuh alami.

Sepanjang hidupnya ratu akan bertelur lagi begitu telur dan larva diambil. Jadi, kita perlu mengusahakan agar semut, apalagi ratunya, tidak terbunuh saat mengambil telur. Dalam dunia binatang, semut termasuk pemakan segala, terutama hewan kecil, serangga, bangkai, atau sisa makanan rumah tangga. Bila semua makanan itu tak ada, mereka akan menyantap rumput muda atau mencari honeydew, cairan manis yang keluar dari pangkal cabang muda.

Manfaat Lain Semut Rang-rang “Kroto”

Sebagai hewan pemangsa, semut merah juga bisa menjadi pengendali hama alami pertanian. Semut pekerja sangat agresif terhadap serangga lainnya dan pada hewan segala ukuran. Bila ada yang menyentuh pohon yang mereka tinggali, mereka akan menyerang bersama-sama dengan gigitan menyakitkan.

Karena sifat itu, sejumlah pertanian organik di Thailand telah memanfaatkan jasa mereka. Di Jember, Jawa Timur, setelah pengamatan berbulan-bulan, seorang penyuluh pertanian menemukan bahwa semut merah bisa dimanfaatkan sebagai pengusir tikus. Tikus ternyata tak suka daerah yang banyak semut merahnya. Tikus juga terlalu "pintar" hingga tak mau menyantap makanan yang sudah diberi racun tikus. 

Akhirnya, dicoba dengan menyebarkan ikan asin kegemaran tikus. Tapi, ikan asin itu tak selalu habis dimakan, dan kadang dibawa tikus ke sarangnya. Semut merah mencium adanya sisa ikan asin. Begitu semut merah datang, tikus pun pergi. Semut juga meningkatkan kadar karbon dalam tanah dengan menambahkan zat hara dari kotoran dan sisa-sisa makanan mereka, serta menjaga suhu dan kelembaban lingkungan pada kadar sesuai. Tanaman yang tumbuh dengan dan dekat sarang semut tumbuh lebih subur dibandingkan dengan tanaman lain.

Friday, 7 September 2012

Pembuatan Sarang Buatan Untuk Semut Kroto (Rang Rang)

Sobat tau semut rangrang atau ngangkrang atau juga semut kroto, semut penghasil kroto itu lho, yang menjadi primadona di tahun 2012. Semut rangrang membangun sarang dengan melipat dan merajut daun-daun menggunakan benang sutera yang dihasilkan oleh larvanya.

Semut membangun sarang dengan cara bergotong royong. Meskipun semut binatang kecil, mereka dapat membuat sarang sebesar istana manusia dalam waktu tiga hari ingat... tiga hari ya, karena semua bekerja dari matahari terbit sampai matahari terbenam. Mereka tidak mengenal saling iri satu sama lain seperti manusia di perumahan, Sungguh menakjubkan ya!

Prajurit semut menarik daun-daun secara bersama-sama, sementara semut lainnya merajut daun-daun tersebut dari dalam. Mereka merajut tanpa menggunakan jarum dan benang apalagi mesin jahit, tetapi menggunakan larva dan giginya sebagai pemintal benang. Larva semut menghasilkan benang-benang sutera halus untuk merajut daun. Maka dari itu, semut prajurit selalu membawa larva dan menggosok-gosokannya ketika merajut daun. Larva tersebut dianggap sebagai ‘mesin jahit’.

Bayangkan, daun-daun menggunakan benang sutera yang dihasilkan oleh larvanya. Berapa banyak waktu yang mereka butuhkan untuk mondar-mandir sampai menghasilkan jaring-jaring sutera yang kuat.

Membangun sarang memerlukan sangat banyak tenaga kerja, tetapi mereka telah mempunyai keahlian dalam menemukan daun-daun yang paling cocok untuk membangun sarang. Apabila daun-daunnya sangat kecil seperti sengon maka diperlukan lebih banyak benang sutera.

Semut-semut pekerja yang lincah tidak hanya membangun sarang, tetapi mereka juga memperbaiki apabila sarang itu rusak. Untuk membuktikannya, coba angkat sedikit saja daun pada sarangnya, maka anda akan melihat bahwa mereka dapat dengan cepat memperbaikinya.

Jumlah semut dalam satu sarang bervariasi, rata-rata antara 5000 sampai 7000 individu, dan dalam satu koloni terdapat sekitar 700,000 semut dewasa, tapi ini hanya kira-kira lho. Tapi kalau mau membuktikan silahkan aja cari sarang semut rangrang terus itung deh tu semut atu-atu.hehehe :-)

Koloni semut merupakan keluarga besar yang mungkin terdiri dari bapak, ibu, tante, pakde, bude, bulek, cucu, cicit, cecet dengan beberapa sarang dan indvidu yang saling mengenal dan bekerja sama secara erat pada suatu daerah tertentu.

Banyaknya sarang yang ditemukan dalam satu koloni dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya ketersediaan makanan dan tingkat gangguan yang terjadi. Satu koloni dapat mencapai 200 sarang. Sarang-sarang tersebut dapat tersebar pada lebih dari 17 pohon, atau pada luasan lebih 1000 m2.

Adopsi di dalam penangkaran rumahan

Perilaku semut rangrang dalam pembuatan sarang mereka di alam harus dipahami karena hal ini akan menjadi pemahaman dasar bagi calon penangkar semut rangrang untuk membuat pembibitan semut rangrang rumahan.

Melalui pemahaman dan satu hati antara semut dan penangkar, penangkar semut rangrang rumahan akan bisa memperkirakan bahan apa saja yang kira-kira bisa digunakan untuk membuat sarang alternatif yang nyaman pengganti daun bagi tumbuh kembang kawanan semut.

Namun berdasar pengalaman dan praktek yang telah saya lakukan sendiri, pembibitan bukan  masalah susah. Dengan kerja keras, mencoba dan berdo'a, InsyaAllah bisa dengan mudah membuat bibit sendiri untuk dikembangkan sebagai kawanan indukan atau langsung akan diambil ketika masih dalam bentuk kroto untuk penggunaan praktis sehari-hari.

Namun jika anda memerlukan bibit semut yang sudah bisa beradaptasi dengan rumah rekayasa seperti toples plastik, kaca dll, saya juga bisa menyediakannya.

Untuk penangkaran agar semut rangrang bersedia tinggal di rumah rekayasa yang anda sediakan anda harus banyak-banyak berdo'a saja supaya si semut rangrang berbaik hati mau tinggal di perumahan yang anda sediakan.

Tapi yang jelas budidaya semut rangrang bisa di sebut usaha tanpa modal besar atau malah tanpa modal sama sekali.

Tapi jika sobat ingin cepat mengetahui rahasia di balik 


- Penangkaransemut rangrang

- Cara Pemanenan
- Makanan dan minuman pemacu pembuat sarang baru
- Makanan dan minuman agar semut banyak bertelur

sobat bisa belajar langsung ke penulis.